Tangkal Kenakalan Remaja dengan Kurikulum 2013
Oleh : Ade Supriadi
Rabu, 11 Mei 2016 - 13:54:45 WIB

BOGOR - Lembaga dituntut mampu menumbuhkan dan meningkatkan kembali budi pakerti di kalangan siswa yang diintegrasikan pada setiap mata pelajaran di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Hal tersebut dikatakan Koordinator Pengawas SMK, Drs. Edi Permana saat menjadi nara sumber Rapat Kerja Desiminasi Kurikulum Nasional yang digelar Wakil Kepala SMK Bidang Kurikulum se-Kota Bogor, beberapa waktu lalu.
Dalam raker yang dilaksanakan untuk menyikapi kebijakan dan perkembangan Kurikulum 2013 itu, dia lebih banyak menekankan agar Wakasek Kurikulum SMK lebih peka.
Sebab, sejak mulai diterapkan pada tahun 2013 , Kurikulum 2013 terus mengalami perubahan dan perbaikan. Perubahan demi perubahan tersebut merupakan respon pemerintah atas berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan.
“Kurikulum 2013 atau K13 terus menerus disempurnakan. Nah, perubahan tersebut harus dimiliki setiap sekolah, khususnya Wakasek Bidang Kesiswaan,” harap Edi Permana.
Sementara, Ketua Wakasek Bidang Kurikulum SMK Kota Bogor, Ade Supriadi mengungkapkan, Raker Desiminasi Kurikulum 2013 dilaksanakan untuk menyamapan misi dan visi, sekaligus haring informasi.
“Ini sangat positif bagi kami (wakasek kurikulum). Apalagi di Kota Bogor ada 97 SMk. Tentunya selain media silaturahmi juga untuk menambah informasi tentang perkembangan K13,” ucapnya.
Menurutnya, K13 yang menekankan pendidikan agama dan budi pakerti sangat tepat diterapkan di sekolah. Apalagi seperti diketahui kenakalan remaja belakangan ini semakin memprihatinkan.
“Seperti kasus perkosaan anak di bawah umur dengan pelaku anak di bawah umur yang terjadi di Bengkulu. Agar tidak terjadi di Kota Bogor, ini harus disikapi penanaman budi pakerti di tiap sekolah,” tandas Ade Supriyadi.
Lanjut dia, penerapan pelajaran agama dan budi pekerti dalam Kurikulum 2013 tersebut,bertujuan agar generasi muda ke masa depan memiliki tata krama dan kelakuan yang baik.=JAM

Sumber :Pendidikan     PAKUAN RAYA ONLINE